Oray-orayan Tisna Bag5

Ia pernah membawa tiga ton sampah Sungai Cigondewah untuk dipamerkan di University Cultural Center, National University of Singapore, pada 2011. Ke Venice Biennale, ia membawa 10 kilogram jengkol untuk dibuat jadi instalasi yin dan yang. Yang terasa pada pameran ini, konsistensinya untuk masalah ekologi semakin lama memang semakin dalam. Rumahnya di kawasan industri Cigondewah juga kian asri.

Ke rumah itulah Direktur Erasmus Huis Michael Rauner berkunjung. Rauner kagum kawasan industri dengan sungai yang kotor dapat diubah Tisna menjadi pusat kebudayaan yang berdampingan dengan alam. Dia lalu meminta Tisna memamerkan karya di Erasmus Huis. ”Karya Tisna mendorong kita menyelamatkan masa depan kita sendiri,” ujar Rauner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *