Si Kecil Jadi Laki-Laki Atau Perempuan

Belakangan ini fakta tentang LGBT hangat dibicarakan. Banyak teori berseliweran, bahwa LGBT adalah bentuk penyimpangan seksual hingga gerakan masif yang didanai asing. Sebelum berburuk sangka, jangan lupa: orangtua punya andil terbesar. Ini adalah kisah nyata klien saya. Sebutlah nama Mika. Ia anak laki-laki dari pasangan Dita dan Tarlan.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Kedua orangtua Mika sibuk bekerja, sehingga dalam kesehariannya Mika lebih banyak ditemani oleh seorang pendamping yang dipanggil suster. Sehari-hari susternya senang melihat tontonan yang bukan diperuntukkan bagi anak seusia Mika. Dalam tayangan tersebut kerap tampil pria gagah yang berperilaku seperti perempuan, bahkan tidak jarang memakai pakaian perempuan. Tayangan ini seringkali menjadikan suster tertawa sampai Mika pun tertarik juga untuk ikut menontonnya. Suatu hari, saat berada di kamar mamanya, Mika menemukan alat riasan dan memainkannya.

Karena selalu melihat mamanya bersiapsiap ke kantor dengan alat riasan tersebut, Mika jadi tahu kegunaannya masing-masing. Anak 5 tahun ini dengan cekatan dan lucu sudah bisa memakai blush on dan lipstick dengan benar pada tempatnya meski tidak rapi. Melihat ulah Mika itu, mamanya tersenyum dan tertawa karena anaknya tampak lucu. Mika pun senang melihat mamanya menyukai apa yang ia lakukan. Ia merasa diperhatikan dan diterima sebab bisa menyenangkan hati mama. Beberapa tahun kemudian… Mika sekarang sudah menginjak usia hampir 12 tahun dan duduk di sekolah dasar kelas 6.

Namun, perkembangan psikologis Mika berbeda dari anak laki-laki pada umumnya. Mika senang memakai baju bernuansa perempuan dan lebih nyaman bermain dengan anak-anak perempuan. Halilintar yang menyambar mama ketika Mika berucap bahwa ia merasa lebih nyaman menjadi seorang perempuan. Saat itulah mama menangis dan terpukul, ia baru menyadari bahwa perilaku Mika di usia menjelang 5 tahun merupakan awal perubahannya hingga menjadi seperti saat ini.

Kasus seperti ini hanyalah segelintir dari banyak kasus yang ada, dengan berbagai macam cerita… yang berakhir dengan orientasi seksual LGBT (lesbian, gay, bisexual, trans-sexual). PERIODE SENSITIF Kita ketahui bersama, masa emas adalah periode sejak anak hadir dalam kandungan hingga usianya 5 tahun. Mengapa disebut masa emas? Karena masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada organ otak ini menjadi fondasi awal bagi pembentukan karakteristik dan pembentukan masa depan seorang anak. Setelah periode ini, buah hati akan memasuki tahap selanjutnya yaitu masa bersosialisasi dengan sebaya.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Siap-siap Konsultasi Pertama Bag4

Setelah pemeriksaan dasar selesai, barulah Mama dipanggil untuk bertemu dengan dokter. ‘okter akan menanyakan terlebih dahulu tujuan Mama berkonsultasi. Nah, setelah Mama menceritakan hasil yang didapat melalui test pack, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan USG untuk mengecek kondisi rahim.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Mama akan diminta berbaring, lalu perut bagian bawah diolesi dengan cairan seperti gel sebelum alat USG ditempelkan. Untuk memudahkan membuka baju di wilayah perut, Mama baiknya mengenakan pakaian dua helaisatas dan bawahs ketimbang baju terusan atau gaun panjang yang mengharuskan Mama membukanya hingga setengah badan. Lewat pemeriksaan USG akan diketahui usia, perkembangan, dan kondisi kesehatan janin dalam kandungan.

Biasanya dokter mengawalinya dengan pertanyaan, t.apan tanggal menstruasi terakhir”T 8ntuk itu, Mama perlu mengingat kapan tanggal terjadinya menstruasi terakhir guna mendapatkan hasil yang lebih akurat. Nah, Ma, sekarang mulailah bersiap-siap untuk melakukan kunjungan pertama ke dokter obgin.

Daftar Pertanyaan Untuk Dokter

Setelah dokter melakukan USG, itulah waktu yang tepat untuk men diskusikan tentang kehamilan, terlebih bila ini merupakan kehamilan pertama. Beberapa pertanyaan ini bisa Mama catat agar tak lupa. U Tanyakan tentang kesehatan janin, adakah risiko yang mungkin akan Mama hadapi terkait dengan riwayat kesehatan diri atau keluarga. U Utarakan keluhan yang Mama rasakan di awal kehamilan, agar mendapat penanganan yang sesuai. Misal, Mama merasa mual dan tak nafsu makan, utarakan pada dokter sehingga Mama bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. U

Perlukah makanan atau minuman pendamping agar Mama dan janin lebih sehat” Termasuk makanan atau minuman apa yang sebaiknya dipantang sesuai dengan kondisi kesehatan janin. U Adakah kegiatan yang perlu Mama hindari, seperti mengangkat beban berat, mengenakan kosmetik tertentu, body lotion, deodoran, dan lainnya” dokter akan menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan Mama dan janin. U

Pertanyaan seputar hubungan intim sudah biasa didengar oleh dokter obgin. Jadi, tak perlu malu untuk bertanya apakah hubungan intim diperbolehkan di awal kehamilan ini serta adakah risiko yang mungkin ditimbulkan. U Kapan konsultasi selanjutnya dilakukan, sehingga Mama bisa mempersiapkan perjanjian lebih awal. Catat juga pertanyaan lain yang ingin Mama utarakan. yang pasti, maksimalkan setiap kunjungan untuk mencari informasi seputar kehamilan dan tumbuh kembang janin.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Tip Aman Dan Nyaman Selama Babymoon

Ada baiknya babymoon direncanakan sejak awal. Bagaimanapun, Mama Papa perlu melakukan persiapan demi perjalanan yang aman dan nyaman bagi perkembangan sang buah hati dalam kandungan. – Pastikan tempat yang dituju, seperti penginapan dan lokasi liburan, bisa memberikan keamanan dan kenyaman bagi Mama Papa. Ingat, babymoon bukan hanya sekadar berlibur, melainkan menghabiskan waktu dengan penuh kebahagiaan. –

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Pilih lokasi yang tak menghabiskan banyak usaha. Jangan sampai perjalanan membuat Mama Papa menjadi lelah, sehingga babymoon hanya diisi dengan istirahat. Bila berkendara sendiri dengan mobil, pilih yang hanya memakan waktu maksimal empat jam perjalanan. Untuk transportasi darat, seperti kereta atau bus, pilih kelas yang nyaman untuk mamil, sehingga Mama punya ruang untuk merebahkan kaki dan bergerak. Dengan begitu, kram atau kaki bengkak tak akan mengganggu kenyamanan babymoon. Bila ingin menghemat waktu perjalanan dan tenaga, transportasi udara bisa menjadi pilihan. – Cek kesehatan kandungan sebelum babymoon.

 

Menurut, dr. Mery, SpOG, saat memutuskan liburan ke luar kota atau negeri, sebaiknya konsultasikan rencana ini pada dokter obgin Mama, baik lokasi, moda transportasi yang digunakan, maupun aktivitas yang sekiranya dilakukan. Dengan begitu, dokter akan melihat apakah kondisi kesehatan Mama dan janin memang memungkinkan untuk melakukan perjalanan tersebut, apakah perlu vaksin tertentu, atau apakah perlu mendapat vitamin agar Mama dan janin bisa terjaga. – Temukan fasilitas kesehatan terdekat.

Walau Mama dinyatakan sehat untuk bepergian, memastikan lokasi rumah sakit terdekat dari tempat berlibur akan sangat menolong bila Mama mengalami komplikasi kesehatan selama babymoon. Patikan nomor telepon dokter obgin dan rumah sakit terdekat sudah disimpan di ponsel, ya, Ma. – Cek persyaratan bagi mamil sebelum mengambil moda transportasi, khususnya pesawat terbang atau kapal pesiar. Setiap maskapai dan kapal memiliki peraturan berbeda-beda. Jangan sampai, Mama sudah membeli tiket namun persyaratan tak bisa dipenuhi. – Bila mengenakan sabuk pengaman di mobil, gunakan di bawah perut untuk menghindari tekanan pada rahim.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Mewaspadai Pertusis Bag3

Observasi ketat, terutama pada bayi, untuk mencegah/mengatasi terjadinya henti napas dan biru atau kekurangan oksigen. ¦ Pemberian terapi antibiotik untuk menghilangkan infeksi, mengurangi angka kesakitan dan mencegah komplikasi (pneumonia, kejang, perdarahan). ¦

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Isolasi pasien, terutama bayi, selama 4 minggu atau 5—7 hari selama pemberian antibiotik hingga selesai. Gejala batuk paroksismal setelah terapi antibiotik tidak berkurang, namun terjadi penurunan transmisi setelah pemberian terapi hari ke-5. ¦ Pasien diperbolehkan pulang bila gejala membaik, pengobatan antibiotik minimal 5—7 hari, dan tidak dijumpai penyulit.

Pertusis (batuk rejan atau batuk 100 hari) merupakan batuk panjang yang berlangsung lama dan menimbulkan bunyi whoop setelah batuk panjang. Tiga cara cegah pertusis, yaitu hindari kontak dengan penderita; perhatikan kebersihan lingkungan; dan berikan imunisasi lengkap.

Cara Hindari Pertusis

Bagaimanapun, mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, ya, Ma. Nah, agar si buah hati dapat terhindar dari pertusis, inilah yang perlu dilakukan: ¦ Hindari kontak dengan penderita. ¦ Bayi memerlukan dua atau tiga vaksinasi sebelum terlindungi. Oleh karena itu, penting sekali bayi Mama dijauhi dari orang yang menderita penyakit batuk supaya pertusis atau kuman lain tidak ditularkan: ? Sampai hari ke-5 pemberian antibiotik yang efektif. ?

Sampai minggu ke-3 setelah timbul batuk paroksismal, apabila tidak diberikan antibiotik. ¦ Perhatikan kebersihan lingkungan, termasuk sirkulasi udara. Sebaiknya rumah memiliki cukup ventilasi alamiah, yaitu jendela dan lubang angin, agar pertukaran udara bisa terjadi secara alamiah. Buka jendela lebar-lebar agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah dan membunuh kuman-kuman penyakit. ¦

Berikan imunisasi. Sudah selayaknya kita menjadikan imunisasi sebagai salah satu dari hak anak yang harus diberikan. Dengan imunisasi, anak dapat terhindar dari kesakitan, kecacatan, bahkan kematian yang disebabkan oleh penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi, seperti hepatitis B, TBC, polio, difteria, pertusis, tetanus, campak, pneumonia, dan meningitis. Khusus pertusis dapat dicegah dengan pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), jadi sekaligus untuk pencegahan difteri dan tetanus. (Lihat boks “Vaksin DPT”).

Sumber : https://eduvita.org/

Hindari Baby Walker !

Sudah sejak lama penggunaan baby walker tidak direkomendasikan di banyak negara. Pasalnya, anak yang menggunakan baby walker dapat dengan mudah menjangkau tempat-tempat berbahaya, seperti: meja dapur tempat kompor berada; meja berisi peralatan rumah tangga yang tajam, semisal gunting, dsb. Banyak pula kasus kecelakaan–bahkan, beberapa kasus berujung pada kematian– terjadi karena penggunaan baby walker. Salah satunya dialami oleh Tamina (2,8).

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Alat ini kurang aman buat dia. Tenaga Tamina cukup kuat, sehingga kadang terlalu bersemangat ketika belajar jalan. Padahal, baby walker, kan ringan dan mudah untuk dijalankan. Begitu didorong, malah baby walker-nya terbawa dan Tamina jadi jatuh tersungkur,” curhat Selly, sang mama. Aneka Dampak Buruk Tak hanya itu, Ma. Penggunaan baby walker juga berdampak buruk pada anak. Yuk, kita lihat dampaknya satu per satu! ¦ Saat menggunakan baby walker, anak tidak dapat melihat kaki nya, sehingga tidak bisa mempelajari teknik keseimbangan tubuh. ¦

Ketika memakai baby walker, anak terbiasa berdiri dengan ujung jari kaki. Ini bisa mengakibatkan otat yang tegang dan membuat anak jadi berjalan pada ujung jari kaki alias jinjit. ¦ Mengurangi keinginan anak untuk bisa berjalan sendiri karena ia sudah mendapatkan cara lebih mudah untuk berpindah posisi, yaitu dengan media baby walker. ¦ Aktivitas motorik yang terjadi saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan beberapa serabut otot, terutama otot betis.

Sebabnya, anak selalu dalam posisi duduk di dalam baby walker sehingga hanya terlatih menggunakan otot di sekitar betis. Akibatnya, anak malas berdiri sewaktu tidak menggunakan baby walker. Padahal, untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar dibutuhkan keseimbangan kekuatan otot penyanggah tubuh, terutama otot pinggul dan otot-otot tungkai atas. +asil Riset Seputar Bahaya Baby :alker Penggunaan baby walker dikenal sejak akhir abad ke-17, dalam dua dekade terakhir terdapat peningkatan kecelakaan akibat baby walker. ¦

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Hamil Bikin Rambut Lebih Tebal

Hormon yang diproduksi eks tra selama kehamilan membuat siklus rambut mamil mengalami per ubahan. Itu sebab nya, rambut mamil jadi lebih panjang dan batang rambut juga lebih tebal dari pada biasanya. “Diameter rambut menjadi ber tambah besar se lama kehamilan. Selain itu, pada sebagian mamil, rambut nya men jadi lebih ber ombak atau ikal,” kata Paradi Mir mi rani, MD, ahli dermatologi dari Kaiser Permanente Vallejo Medical Center, California. Hingga kini, para pakar belum memahami dengan pasti mekanismenya. Namun, diduga perubahan hormon selama kehamilan berpengaruh pada bentuk folikel rambut.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Hati-Hati Mengonsumsi Obat

Jika sebelum hamil, Mama sudah rutin mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya pada konsultasi pertama, hal ini didiskusikan dengan dokter. Sebab, ada beberapa jenis obat yang dapat berdampak buruk bagi janin apabila terus diminum selama kehamilan. Misalnya saja, obat untuk mengatasi jerawat yang mengandung isotretinoin, yang telah terbukti dapat menyebabkan cacat pada janin. Sementara beberapa jenis obat masih belum jelas pengaruhnya terhadap mamil, sehingga keputusan untuk tetap mengonsumsinya selama kehamilan perlu didasarkan pertimbangan dokter ahli.

Stillbirth Bisa Berulang

Penelitian yang dimuat di British Medical Journal mengungkap, para mamil yang pernah mengalami stillbirth atau janin meninggal dalam kandungan berkemungkinan 4 kali lebih besar untuk mengalaminya lagi dalam kehamilan berikutnya. “Kabar baiknya, meski risiko kejadian untuk terulang lagi ini cukup tinggi, pada kenyataannya banyak kehamilan yang terjadi setelah pengalaman stillbirth dapat berlangsung normal, hingga akhirnya melahirkan bayi yang sehat,” kata pemimpin riset, Dr. Sohinee Bhattacharya dari Institute of Applied Health Sciences, University of Aberdeen, Skotlandia. Menurut Bhattacharya, risiko berulangnya stillbirth dapat dicegah sebelum kehamilan selanjutnya terjadi. “Para calon mamil dapat mempersiapkan diri dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, berhenti merokok, dan mencapai berat badan yang proporsional,” katanya. Selain itu, konsultasi dengan dokter juga perlu dilakukan untuk memantau tanda-tanda yang dapat merujuk pada risiko stillbirth, semisal bayi berhenti bergerak dalam kandungan.

Main Cilukba

Bagi anak usia dini, bermain adalah suatu proses belajar untuk merangsang kecerdasannya: melatih otot-otot, mengasah indra, mengeksplorasi dunia sekitar, menguasai bahasa, bernalar, bersosialisasi, dan mengenal diri sendiri. Banyak permainan mencerdaskan yang fun, yang bisa dilakukan bersama si kecil di rumah. Sempatkan paling tidak 10 menit sehari. No gadget, no TV!

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Bayi sangat menyukai permainan ini. Dia pasti akan tertawa geli.

PANDUAN BERMAIN 1. Bayi dalam posisi telentang atau duduk. 2. Ambil kain/selimut/handuk kecil, lalu bentangkan di depan wajah si kecil. Katakan, ”Ayo, di mana Mama? Di mana Mama?” Beberapa detik kemudian ucapkan bilangan satu, dua, tiga, lalu angkat kain ke kiri-kanan atau atas-bawah sambil katakan, “Ciluuuk… ba.” 3. Tutup wajah Mama dengan kedua telapak tangan. Kemudian, buka kedua tangan sambil ucapkan, “Ciluuuk… ba.” Tunjukkan ekspresi wajah yang gembira.

4. Letakkan kedua telapak tangan si kecil untuk menutup wajah/matanya sendiri, kemudian lepaskan sambil bilang, ”Ciluuuk… ba.” Jangan lupa mengucapkan, ”Ayo di mana ya Mama (Papa)?” 5. Variasi lainnya, gunakan boneka tangan dengan beragam bentuk dan warna. Lakukan permainan dengan cara menyembunyikan boneka tangan di balik punggung si kecil. Lalu, beberapa detik kemudian muncul di sebelah kiri/kanan punggung si kecil. 6. Lakukan permainan ini berulang-ulang dan di ruangan yang berlainan.

Kecerdasan Yang Dikembangkan

? Kecerdasan Interpersonal & Bahasa

Lewat interaksi dalam permainan, bayi belajar mengenal kosakata dan intonasi suara kita saat berbicara.

? Kecerdasan Logis-Matematis

Bayi belajar mengenal urutan hitungan , semisal satu, dua, tiga.

? Kecerdasan Visual-Spasial

Bayi belajar mengenal konsep suatu sequence yang berurutan: dari menutup wajah dengan ta ngan/kain, lalu membukanya. Dia pun bel ajar bahwa jika benda atau orangtuanya tak terlihat, bukan ber arti tak ada selamanya. Dari sini ia jadi tahu, jika orangtuanya tak terlihat, bukan berarti menghilang se lamanya. Di usia sekitar 4 bulan, bayi akan berusaha meraih kain/seli mut/handuk kecil yang membatasi pandang annya. Bayi juga berusaha memegang boneka tangan yang ditunjukkan padanya. Dari sini bayi belajar mengenal tekstur, bentuk, serta warna-warni dari peralatan bermain yang digunakan.

? Kecerdasan Kinestetik-Jasmani

Kala bayi menggerakkan tangan, otot-ototnya dilatih hingga semakin lentur dalam bergerak.

Sumber : pascal-edu.com